Showing posts with label Love. Show all posts
Showing posts with label Love. Show all posts

Friday, August 17, 2012

Setelah putus, banyak pria daTautann wanita yang masih menjalin kedekatan. Hal itu karena mereka belum terbiasa hidup masing-masing.

Ketika masih saling berhubungan, banyak orang yang merasa tenang dan sedikit-banyak berharap bisa kembali ke pelukan sang mantan. Namun yang kerap membuat galau adalah ketika memiliki harapan untuk bisa kembali kepada mantan, tiba-tiba ia malah menjauh. Apa alasannya?

Alasan terbesar pria menjauh dari mantan kekasihnya adalah ia memilih menjalani hidupnya sendiri alias move on. Banyak hal yang membut pria move on.

Pertama ia telah menemukan pengganti Anda, merasa lebih nyaman dengan teman-temannya atau hobinya atau dia sadar bahwa jika masih dekat dengan Anda hanya akan membuang-buang waktunya saja.

Kalau sudah begitu, tentu perasaan sedih, galau dan merana menjadi satu. Agar tidak larut dalam kondisi seperti itu, simak tipsnya berikut ini.

1. Bersikap Tenang
Kalaupun Anda sedih, jangan tunjukkan kepada mantan. Anda harus terlihat baik-baik saja setelah 'ditinggal' olehnya. Jangan meluapkan kekesalan Anda atau menunjukkan kegalauan lewat media sosial. Itu membuat pria merasa dikejar-kejar oleh fans, dan ia akan menikmati itu.

2. Menerima Kenyataan
Ingat, Anda sudah tidak memiliki kontrol lagi dari setiap tindakannya. Ketika dia memutuskan untuk menjauh, Anda tidak bisa marah padanya karena memang status kalian yang sudah putus. Daripada bertanya-tanya atau menyesali keadaan, sebaiknya terima kenyataan bahwa Anda dan pasangan memang telah mengakhiri hubungan. Masih dekat dengan mantan setelah putus bisa dikatakan 'move on' yang tertunda, jadi sewaktu-waktu Anda atau dia bisa saja saling meninggalkan.

3. Jangan Salahkan Diri Sendiri
Tidak ada gunanya menyalahkan diri karena hubungan telah benar-benar berakhir. Hubungan yang baik terjadi karena keduabelah pihak yang menjadikannya. Begitupula bila hubungan tersebut buruk, maka keduanya ikut andil dalam 'perpecahan'. Jadi, berhentilah menyalahkan diri sendiri dan menyesal dengan apa yang telah terjadi.

4. Tumpahkan Seluruh Perasaan
Anda harus mengeluarkan seluruh perasaan sedih, marah, tidak terima dan galau agar membuat perasaan lebih tenang. Ceritakan kegalauan Anda tersebut pada sahabat atau menuliskannya di diary. Namun ingat, jangan menuangkannya lewat media sosial seperti Twitter dan Facebook. Selain Anda terlihat lemah, itu bisa menunjukkan Anda sedang mencari-cari perhatian.

5. Mencari Pelarian
Ketika tahu dia telah move on, Anda pun harus melakukannya. Caranya dengan mencari pelarian. Mencari pelarian bukan hanya dekat dengan pria baru, tapi juga menyibukkan diri dengan melakukan hobi atau berkumpul dengan teman. Ketika pikiran Anda teralihkan dari sang mantan, maka Anda lebih cepat untuk bisa melanjutkan hidup.

Continue Reading →

Mengakhiri hubungan memang bukanlah hal yang mudah. Meskipun si dia sering menyakiti Anda dan hubungan asmara sudah sangat buruk, namun Anda masih berpikir untuk menyelematkan hubungan.

Apa yang membuat wanita kerap kali sulit memutuskan kekasihnya yang bad boy? Ini dia alasannya.

1. Takut Kesepian
Alasan yang paling sering didengar dari wanita adalah mereka takut kesepian bila menjomblo. Sehingga mereka tetap mempertahankan hubungan yang sudah tidak sehat tersebut. Perasaan takut sendiri tersebut karena Anda telah ketergantungan dengan si dia.

"Takut menjadi sendiri merupakan faktor yang membuat orang berada dalam hubungan yang buruk. Ini berarti Anda tidak bisa mengurus diri sendiri dan sudah bergantung pada seseorang," ujar Lauren Mackler, pakar percintaan.

2. Terbiasa Hidup Dalam Drama
Meski tidak menyadarinya terkadang ada orang yang sebenarnya suka hidup dalam drama. Meski hubungannya buruk namun mereka telah terbiasa dengan konflik. Sering terpikirkan untuk putus, namun itu hanya gretakan semata, agar si dia bisa memohon agar tidak diputuskan. Permohonan pria itulah yang terkadang dicari wanita sebagai pembuktian bahwa ia diinginkan.

3. Berpikir Tidak akan Ada Pria yang Lebih Baik
Banyak wanita yang berpikir tidak akan bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari kekasihnya saat ini. Padahal sudah jelas-jelas si dia sering berlaku kasar, suka berbohong atau melupakan janji-janjinya. Psikolog dan ahli percintaan, Dennis Sugrue menjelaskan, wanita yang selalu memaklumi kelakuan buruk pria bisa terjadi karena kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tua. Sehingga dia terbiasa dengan perlakuan yang kurang baik. Pat Pearson, psikolog dan ahli percintaan menyarankan, wanita harus berani 'keluar' dan mencari kebahagiaan sendiri.

4. Yakin Bahwa Si Pria Akan Berubah
Terus berharap si dia akan berubah, rasanya hanya sia-sia saja. Jangan hanya membayangkan masa depan bersamanya ketika dia sudah berubah, tapi bayangkan juga perlakuannya nanti ketika dia tidak berubah. Ketika Anda sudah mengetahui dan mendapatkan gambaran apa yang akan terjadi nanti, maka pikiran Anda semakin terbuka dan bisa memikirkan hubungan yang layak atau tidak untuk dipertahankan.

5. Bertanggung Jawab Atas Si Dia
Banyak wanita yang merasa jika kekasihnya sangat membutuhkannya, sehingga merasa bahwa si pria adalah tanggung jawab si wanita. Sikap wanita yang 'keibuan' membuat mereka memperlakukan kekasihnya berlebihan. "Wanita cenderung berlebihan memperlakukan pria yang tidak memberikan timbal balik," ujar Pearson.

Pearson juga mengatakan, wanita juga memiliki kekhawatiran yang besar jika memutuskan kekasihnya. Mereka takut jika si dia akan beralih ke minuman keras, tidak bersemangat menjalani hidup bahkan bunuh diri. Padahal jalan hidup seseorang, mereka sendirilah yang menentukan. Jadi Anda juga perlu mementingkan kebahagiaan Anda sendiri.

6. Ingin Balas Dendam
Alasan lain mengapa wanita masih mempertahankan hubungan adalah, mereka ingin membals perbuatan si pria terhadapnya sebelum putus. Alih-alih ingin balas dendam, malah Anda yang semakin tersakiti olehnya. Daripada membalas sikap buruknya, sebaiknya tinggalkan dia dan lanjutkan kehidupan Anda. Balas dendam bukanlah solusi terbaik dalam menghadapi kekasih yang brengsek.

Continue Reading →

Setelah putus cinta, tentu Anda ingin bisa segera menyembuhkan patah hati. Melupakan kenangan indah dengan mantan kekasih memang tidak mudah, apalagi jika Anda ada di pihak yang diputuskan. Tapi jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi patah hati dengan cepat. Simak tips berikut ini, seperti yang dilansir All Women Stalk.

1. Putuskan Kontak
Sama sekali tidak berkomunikasi dengan mantan memang sulit, terlebih lagi jika Anda masih mencintainya. Tapi ini adalah langkah pertama yang penting. Jika ingin sakit hati segera sembuh, Anda harus memutus semua bentuk komunikasi dengan mantan kekasih setidaknya untuk sementara waktu. Dengan tidak berbicara dengannya, Anda akan merasakan perbedaan yang besar.

2. Teriak dan Menangislah
Keluarkan semua perasaan Anda, tak perlu dipendam. Menangis jika sedih, teriaklah bila kesal. Jika memendam perasaan, berarti Anda tidak memberi kesempatan bagi diri sendiri untuk menata hati dan move on. Salah satu langkah untuk segera menyembuhkan patah hati adalah dengan memberi waktu untuk 'berduka', terutama jika hubungan asmara sudah terjalin lama.

3. Buat Daftar Kejelekan Mantan
Mungkin terdengar kekanak-kanakan, tapi cara ini bisa efektif. Buatlah daftar kejelekan mantan kekasih, mulai dari kebiasaannya yang selalu membentak ketika bertengkar, selalu telat datang saat janjian, suka berbohong, dan sebagainya. Secara tidak langsung, Anda jadi sadar kenapa tidak harus terus bersamanya dan membuat proses penyembuhan patah hati berlangsung lebih cepat.

4. Kumpul dengan Orang-orang Terdekat
Anda tak harus melalui masa-masa sulit ini sendirian. Ingat, Anda masih punya keluarga, sahabat dan teman-teman untuk membantu Anda melupakan si mantan dan menyembuhkan patah hati dengan segera. Ajak mereka hang out, makan-makan di restoran, karaoke, belanja, atau adakan sesi curhat dan ungkapkan semua rasa sakit hati. Bersama mereka, Anda akan lihat betapa waktu cepat sekali berlalu dan patah hati pun terlupakan.

5. Me Time
Keluar sejenak dari rutinitas harian. Ambil cuti beberapa hari, dan gunakan untuk memanjakan diri sendiri. Cari kegiatan yang paling Anda sukai, bisa dengan perawatan spa mewah atau liburan mini ke luar kota. Ketika Anda meluangkan waktu untuk fokus terhadap diri sendiri, Anda bisa lebih cepat menyembuhkan patah hati.

6. Hindari Teman-teman Mantan
Ketika ingin menyembuhkan patah hati, Anda harus menghindar dari segala hal yang mengingatkan Anda pada mantan termasuk teman-temannya. Bukan menyarankan untuk memutus tali silaturahmi, tapi hindari teman-teman mantan hanya untuk sementara waktu. Tak perlu datang jika mereka mengundang untuk kumpul atau cerita panjang lebar tentang kisah putusnya hubungan asmara kalian.

7. Coba Hobi Baru
Alihkan semua energi negatif dengan kegiatan yang positif, dan itu bisa dilakukan dengan mencoba hobi baru. Bisa dengan belajar melukis, memasak, membuat scrapbook, kursus clay-doll atau paper art. Mencoba sesuatu yang baru akan membuat Anda fokus dan cepat menyembuhkan patah hati.

Continue Reading →

Saat baru putus cinta, Anda boleh marah-marah, kesal, menangis atau berteriak sejadi-jadinya. Mau makan es krim atau cokelat yang banyak? Juga boleh selama itu bisa membuat perasaan jadi lebih baik. Tapi ada lima hal yang jangan pernah dilakukan setelah putus cinta, karena hanya akan menambah sakit hati dan sulit melupakannya. Ini dia lima hal tersebut, seperti dikutip dari Shape.

1. Pura-pura Tegar
Putus cinta pasti menyakitkan, dan semua orang tahu itu. Maka tidak perlu menutupi kesedihan dengan berakting Anda baik-baik saja. Lepaskan saja apa yang Anda rasakan; menangis jika ingin menangis; memukul-mukul bantal ketika kesal atau curhat dengan teman jika Anda ingin berbagi cerita. Tak perlu gengsi dan bersikap seolah-olah putus cinta tak berefek apapun buat Anda karena justru akan membuat lebih sakit hati karena emosi yang terpendam. Marah, tersakiti dan malu bukan sesuatu yang tabu, justru akan lebih sehat bagi mental jika Anda bisa meluapkan perasaan.

2. Berteman dengan Mantan
Boleh saja tetap menjalin pertemanan meskipun sudah putus, tapi bukan saat Anda dan mantan baru saja berpisah. Faktanya, pasangan kekasih yang sudah berpisah umumnya jarang jadi teman akrab atau sahabat. Sebelum Anda dan mantan bisa saling menerima jika salah satu dari kalian punya pacar baru, Anda tidak akan siap untuk berteman. Berilah jarak beberapa lama untuk saling introspeksi diri dengan tidak bertatap muka atau komunikasi. Jika mantan bersikeras tetap ingin jadi teman, tetaplah pada pendirian Anda untuk tidak bertemu. Yang lebih penting lagi, sudah siapkah Anda berteman dengan seseorang yang telah menyakiti hati?

3. Berubah Gaya dengan Drastis
Saat emosi mengalahkan logika, sangat mudah bagi seseorang untuk bertindak impulsif termasuk mengubah penampilan dengan drastis. Memangkas rambut jadi super pendek, menindik hidung sampai men-tato tubuh mungkin bisa jadi pelampiasan kesedihan atau kekesalan. Tapi igatlah, itu hanya berlangsung sementara. Ketika baru putus, jangan lakukan perubahan drastis pada penampilan Anda. Kalau hasilnya bagus mungkin tidak masalah, tapi akan membuat mood semakin jelek jika perubahan itu justru membuat tampilan Anda lebih jelek sehingga makin bikin frustasi.

4. Menghubungi Mantan
Anda baru saja putus satu minggu lalu, tapi merasa ada urusan dengan mantan yang belum selesai. Sebaiknya tunggu beberapa lama sampai Anda benar-benar membenahi hati dan siap berkomunikasi lagi dengan mantan. Jangan terburu-buru menelepon atau mengirimnya pesan teks. Ada saatnya dimana Anda harus berhubungan lagi dengannya. Entah itu untuk mengembalikan barang atau masalah pekerjaan yang pernah dilakukan bersama. Tapi akan lebih bijak jika Anda 'menghilang' dulu dari peredaran untuk sementara waktu. Tapi jika kepentingannya mendesak, Anda bisa meminta bantuan teman yang kenal dengan mantan untuk menjadi perantara.

5. Menguntit Sosial Media Mantan
Sosial media seperti facebook dan twitter bisa berbahaya ketika berurusan dengan masalah hati, apalagi sakit hati. Setelah putus cinta ada dua aturan yang mesti dijalankan. Pertama, jangan memposting apapun yang berkaitan dengan 'cerita drama' putusnya hubungan kalian. Aturan kedua, jangan menguntit sosial media mantan. Melakukan dua hal tersebut hanya akan menambah luka dan membuat Anda lebih sulit melupakannya. Bila perlu, remove atau unfollow dia dari daftar pertemanan.

Continue Reading →

Kekasih Setiap pasangan pasti pernah berdebat. Ada pasangan yang dapat menyelesaikan masalah tanpa perlu bertengkar, tapi ada juga yang mudah tersulut emosi hingga mereka baradu mulut.

Setelah ribut-ribut terkadang pasangan tidak langsung berbaikan. Mereka mungkin akan sama-sama diam dan tidak saling menghubungi. Sikap tersebut sebetulnya ada baiknya juga, agar pertengkaran tidak lagi terjadi.

Tapi tentunya Anda dan kekasih harus berbaikan. Bagaimana cata berbaikan dengan kekasih? Ini dia tipsnya.

1. Jangan Gengsi Menghubungi Kekasih Duluan
Setelah bertengkar hebat, Anda mungkin gengsi untuk menghubunginya duluan. Usir perasaan tersebut. Ini bukanlah soal siapa duluan yang menghubungi, tapi dari kedewasaan. Tidak ada salahnya wanita yang mencari pria duluan. Dengan begitu, Anda dan pasangan menjadi lebih cepat berdamai.

2. Kompromi
Setelah berani menghubungi kekasih, berkompromilah dengannya. Tapi ingat, jangan sampai Anda dan kekasih bertengkar lagi. Untuk menghindari pertengkaran, Anda tidak perlu membahas permasalahan kembali.

3. Selipkan Humor
Ditengah-tengah berkompromi, Anda bisa menyelipkan humor. Selain untuk mencairkan suasana, guyonan Anda bisa meyakinkannya bahwa Anda memang sudah tidak marah lagi.

4. Makan
Memang agak aneh, tapi makan bisa menyenangkan hati Anda dan pasangan. Suasana pun bisa mencair setelah Anda makan. Terutama makan makanan manis seperti cokelat dan es krim.

5. Pergi ke Tempat Baru
Pertengkaran bisa karena Anda dan pasangan bosan dengan hubungan yang dijalani. Untuk menyegarkan hubungan, berpergianlah ke tempat yang belum pernah Anda dan kekasih kunjungi. Entah itu restoran atau mungkin kencan ke tempat unik, seperti museum.

Continue Reading →